Waspadai 5 Tempat Terkotor di Dapur

Editor: tabloidnova.com / tabloidnova.com
Selasa, 7 Mei 2013
Foto :

image

"Ilustrasi "

Di dapur, mikroba sangat mudah menyebar, mulai dari talenan, kenop-kenop laci dan meja Anda, hingga pada makanan dan kemudian berakhir di sistem pencernaan Anda.

Mikroba tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, sehingga membuat Anda bertanya-tanya: Apakah mungkin mikroba menginfeksi dapur atau sistem pencernaan terganggu terjadi karenakuman di sekitar rumah.

Para ahli mengatakan, dengan sedikit kesadaran dan persiapan, Anda dapat menjaga dapur bebas bakteri.

Pegangan Kulkas

"Mikroba yang hidup di ayam, daging, atau ikan hampir selalu dapat ditemukan pada pegangan pintu kulkas," ujar Dr Eric E. Schadt, ketua departemen genetika dan ilmu genomik Mount Sinai School of Medicine dan kepala petugas ilmiah Pacific Biosciences.

"Mencuci tangan merupakan cara tercepat dan paling sederhana untuk mencegah kontaminasi ini," kata Dr. Ellen Neuhaus, direktur penyakit menular Eastern Connecticut Health Network di Vernon, Connecticut.

Masalahnya, tambahnya, banyak orang tidak tahu bagaimana mencuci tangan dengan benar.

"Triknya adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air selama 15 detik. Untuk mematikan keran, gunakan handuk kertas atau siku," jelas Neuhaus. Menutup keran dengan tangan dapat mengkontaminasi tangan dengan organisme yang menempelketika Anda membuka keran air. 

Air

Air bersih sangatlah penting dalam memersiapan makanan. Hal ini seringkali diabaikan di negara-negara maju dimana air sangat mudah didapatkan.

Namun demikian, air bersih pun tidak serta-merta bisa menjauhkan Anda dari masalah. Air sumur, misalnya, rentan terhadap racun tanah dan rembesan septik, terutama pada saat hujan deras.

Bila ragu, Anda bisa menggunakan air kemasan atau filtrasi. Tapi ingat, air apapun yang Anda gunakan saat memersiapan makanan, berpotensi meninggalkan partikel "apapun" pada makanan.

Lap Piring

Kebanyakan orang menganggap, lap piring yang digunakan melap piring basah terbebas darikuman, karena hanya digunakan untuk melap piring dalam kondisi bersih.

Tahukah Anda, meski piring yang dilap bersih dan menjadi kering, handuk tetap akan menjadi basah. Kondisi lembab ini dan ditambah dengan suhu panas di dapur dapat membuat mikrobaberkembang biak. Jadi disarankan, agar Anda sesering mungkin mengganti lap handuk.

Spons Pencuci Piring

Bukan karena spons digunakan untuk membersihkan, lantas Anda menganggapnya sebagai barang yang bersih. Spons merupakan salah satu item paling kotor di dapur, loh.

Seringkali orang membersihkan wastafel cuci piringnya dengan spon yang sama digunakan untuk mencuci piring. Inilah yang menjadikan spons itu penuh dengan bakteri dan kuman berbahaya. Sebut saja E coli dan Salmonella.

Solusi termudah adalah dengan secara teratur mengganti spons cuci piring Anda.

Wastafel 

Saluran air wastafel cuci piring seringkali menjadi salah satu tempat yang diabaikan oleh paraibu rumah tangga. Di sana, peluang bakteri dan jamur berkembang biak sangat tinggi dan dapat menginfeksi peralatan makan dan memasak Anda.

Tuangkan air mendidih ke wastafel setidaknya seminggu sekali untuk membunuh mikroba dan serangga kecil di saluran pembuang air wastafel.

Ester Sondang

Penulis : tabloidnova.com

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.