Cara Memilih Lampu Bohlam yang Hemat Energi

Editor: Ade Ryani HMK / tabloidnova.com
Minggu, 23 Oktober 2016
Foto : Sleephealth
Cara tepat memilih bohlam lampu LED

Penerangan lampu di rumah ataupun di luar rumah merupakan hal penting baik untuk menunjang kegiatan di malam hari, misalnya membaca atau melakukan aktivitas lainnya, maupun untuk tujuan keamanan.

Memilih bohlam lampu dengan jenis yang lebih hemat energi adalah sangat tepat. Pilihlah bohlam LED (light-emitting diode).

Menurut Eliza Fazia, Marketing Manager IKEA Indonesia, Bohlam LED merupakan pencahayaan paling hemat energi.

“Karena mengonsumsi lebih sedikit energi dibandingkan bohlam pada umumnya dan tahan hingga 25.000 jam atau lebih dari 1000 hari. Meskipun harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan bohlam pijar, namun bohlam LED dapat menghemat pengeluaran karena lebih tahan lama dan dapat bertahan hingga 20 tahun.”

Berikut beberapa tips saat memilih bohlam lampu LED:

1.Tentukan jenisnya

Bohlam bening lebih disarankan untuk lampu dan kap yang didesain menciptakan pola bayangan di dinding. Sedangkan bohlam opal digunakan untuk mendapatkan cahaya tersebar merata ke seluruh ruangan.

2.Perhatikan simbol

simbol dapat diredupkan (kiri) dan tidak dapat diredupkan (kanan)
simbol dapat diredupkan (kiri) dan tidak dapat diredupkan (kanan)

3.Bentuk dan ukuran

Bohlam berbentuk chandelier menyebarkan cahaya seperti lilin dan sangat cocok dijadikan lampu dekoratif. Sementara bohlam reflektor dapat digunakan untuk kegiatan yang memerlukan cahaya terarah, seperti membaca, sedangkan cahaya bohlam berbentuk A sama seperti bohlam pijar.

4.Colour Rendering Index (CRI)

Yaitu kemampuan bohlam menampilkan warna sesungguhnya. Mulai dari nol hingga maksimal 100  yang dapat menunjukkan cahaya alami. Sebagian besar bohlam LED IKEA memiliki nilai CRI 87 dan akan terus bertambah.

Penulis : Noverita