3 Pesan Penting untuk Membesarkan Anak Tangguh

Editor: tabloidnova.com / tabloidnova.com
Minggu, 3 Agustus 2014
Foto :

TabloidNova.com - Stephanie sedang merasa galau melihat putrinya yang berusia 3 tahun. Terbersit sedikit kegundahan mengingat putrinya akan segera masuk dalam lingkungan pergaulan sekolah dan bertemu dengan dunia yang sebenarnya.

"Bagaimana saya bisa membesarkan seorang gadis yang penuh semangat, bangga pada dirinya sendiri, tangguh, dan percaya diri, di tengah intimidasi budaya yang membentuk ukuran kesempurnaan dan kesuksesan seseorang?" ungkapnya penuh tanda tanya.

Jika Anda termasuk orangtua yang gundah akan masa depan anak, berikut beberapa pesan penting untuk membesarkan anak tangguh:

1. Mengakui tak semua hal berjalan sempurna
Sebagai orangtua, wajar jika Anda berpikir yang terbaik bagi anak-anak adalah selalu mendukung kehidupan mereka dengan segala upaya. Padahal, ini justru meningkatkan risiko rapuhnya pribadi anak itu sendiri.

Faktanya, orangtua tak bisa selalu sejalan dengan kehidupan dan menciptakan pengalaman hidup yang positif secara terus-menerus. Kadang-kadang, orangtua tak berada di saat anak membutuhkan. Orangtua tak bisa meringankan pengalaman anak-anak tentang dunia. Sementara, hidup akan selalu menginterupsi upaya terbaik orangtua.

Sebuah contoh, saat mengunjungi taman bermain, anak Anda ditolak sekelompok anak yang diajaknya bermain bersama. Anda kesal dan berupaya menarik sang anak menepi. Apa yang sebaiknya dilakukan?

Tarik nafas dan kembalikan fokus Anda pada pikiran jernih. Setelah tenang, cobalah tempatkan diri dalam situasi dan perspektif anak. Coba bangun keriangan dan tanyakan bagaimana perasaannya. Selanjutnya, bangun percakapan yang penuh  perspektif dan kreativitas. Jangan kaget jika dari kedewasaan yang diteladankan orangtuanya, anak balita Anda mampu menjadi anak yang kuat, yang mampu memikirkan ide-ide positif untuk mengatasi masalahnya sendiri.

2. Tunjukkan, bukan katakan
Modeling adalah salah satu cara yang paling baik untuk menyampaikan nilai-nilai kepada anak. Tak peduli seberapa keras Anda berusaha memberitahu yang terbaik, ini tidak akan pernah berhasil mengajar nilai anak-anak, seperti, pentingnya keingintahuan, disiplin, dan ketangguhan.

Orangtua harus memulai dengan pengalamannya sendiri.

Untuk membesarkan anak tangguh, berikut beberapa saran praktis yang dapat dilakukan orangtua:
* Fokus diri sendiri. Ketika Anda berkomitmen mengatasi masalah keuangan keluarga sendiri, anak akan belajar secara langsung nilai-nilai yang Anda terapkan. Ingat, perilaku lebih berpengaruh daripada menasihati.

* Transparansi. Ketika Anda gagal meraih harapan atau melakukan hal yang buruk, akuilah di hadapan anak. Jujurlah pada anak-anak Anda. Jika Anda terlanjur berkata sinis pada pasangan di depan anak-anak, anggaplah ini sebagai kesempatan untuk mengatakan betapa sedihnya Anda telah melakukan sesuatu yang disesali. Katakan, jika Anda sedang berpikir  keras bagaimana caranya meminta maaf, atau ingin berubah di kesempatan lain. Dengan cara ini, anak akan melihat jika Anda melakukan hal yang sama dengan nasihat Anda kepadanya ketika dia bertikai dengan saudaranya.

* Pengendalian diri. Perhatikan kebiasaan Anda yang kerap berkaitan dengan anak-anak. Misalnya, ketika anak membuat urat saraf Anda menegang dengan perkelahian, jangan bereaksi penuh amarah dan berkesan frustrasi dengan ulah mereka. Cobalah kendalikan diri dengan menarik diri sebentar untuk menghela nafas. Lalu, kembali pada situasi dengan penuh kesadaran. Upaya ini membuat anak-anak belajar lebih terampil menata emosi diri.

* Beri tantangan. Carilah kesempatan mengontektualisasikan kesulitan sebagai salah satu pengalaman belajar. Kesalahan bukanlah masalah pokok, namun dapat diperbaiki. Misalnya, ketika anak mengeluh soal pekerjaan rumah, les piano dan seterusnya, gunakan kesempatan untuk menjadi model ketekunan dan komitmen. Cobalah ajak anak memperhatikan perkembangan secara bertahap yang telah dilakukannya.

Bagaimana keterampilan meningkat seiring dengan latihan yang dilakukan. Jangan lupa, beri pujian atas hasil kerja yang telah dilakukannya!

3. Ketangguhan dimulai dari orangtua
Sebagai orangtua, Anda kerap mendapati situasi yang membuat kecewa, sedih, juga marah. Cobalah fokus pada diri sendiri dan lakukan upaya untuk me-re-orientasi diri demi mendukung diri sendiri sehingga mampu menjadi orangtua yang lebih baik. Perhatian dan belas kasih diri sendiri adalah hal yang sangat penting di sini untuk membina ketangguhan orangtua maupun anak-anak.

Laili Damayanti/Huffington Post

Penulis : tabloidnova.com

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.