Agar Anak Pintar Bergaul dan Humoris, Didik dengan 7 Cara Ini

Editor: Ade Ryani HMK / tabloidnova.com
Kamis, 8 September 2016
Foto : istock
Agar anak humoris dan pintar bergaul, didik dengan 7 cara berikut

Anak-anak yang memiliki rasa humoris sejak kecil mampu mengatasi masalah lebih baik di kemudian hari. 

Pengaruh positif dalam perkembangan emosi, sosial, dan kesehatan juga membantu mereka lebih percaya diri saat bergaul dengan teman sebaya maupun orang yang lebih tua.

Lalu, bagaimana peran orangtua dalam menumbuhkan selera humor pada anak?

Pada dasarnya humor adalah bagaimana membuat sesuatu itu menjadi lucu atau menyenangkan. Selera humor adalah bagaimana kita dapat mengetahui bahwa sesuatu itu dianggap lucu atau menyenangkan.

“Nah, peran kita sebagai orangtua adalah berusaha menjadi role model yang baik bagi anak. Orangtua juga harus menumbuhkan selera humor dalam diri masing-masing."

Hal ini dapat dilakukan dengan terlibat pada aktivitas yang dapat menumbuhkan selera humor melalui menonton film atau membaca buku berbagai jenis komedi, dan sebagainya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan dan meningkatkan selera humor yang baik anak-anak:

  1. Tertawalah bersama saat anak menceritakan leluconnya.
  2. Pastikan bahwa kita mempunyai waktu untuk menceritakan lelucon-lelucon kepada mereka. Hal ini menjadi panutan bagi mereka untuk melakukan hal yang sama.
  3. Fasilitasi kebutuhan humor mereka dengan menyediakan buku-buku humor, buku bergambar yang lucu, serta film-film jenaka yang mampu mengembangkan rasa humor mereka.
  4. Ajari anak untuk mengenali dan mengetahui lelucon yang mengandung unsur tidak baik/tidak sopan adalah tidak lucu. Dan ajari juga mana waktu dan tempat yang sesuai untuk menceritakan lelucon. Misalnya, tidak melucu pada acara keagamaan.
  5. Ciptakan suasana rumah menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk membangun rasa percaya diri.
  6. Bila anak mengulang-ulang lelucon yang sama dalam beberapa waktu, usahakan untuk tetap memberikan respons yang diharapkannya. Hindari untuk menolak lelucon yang diceritakannya. Hal ini membantunya untuk merasa nyaman dan percaya diri menceritakan lelucon yang dimilikinya.
  7. Bila kita mendengar lelucon anak yang sebenarnya tidak tepat/mengandung kata-kata kasar atau ejekan, sebagai orangtua, sebaiknya kita tidak langsung menghentikan lelucon tersebut. Kita tunggu beberapa saat setelah ia mengatakan leluconnya dan mulai menjelaskan ketidaktepatan lelucon yang diutarakannya dan memberikan contoh/memintanya untuk mencari lelucon lain yang lebih baik.

Permainan Jenaka

Ada beberapa permainan sederhana yang dapat kita lakukan bersama anak untuk menumbuhkan selera humornya, di antaranya adalah:

  1. Merayakan hari yang berhubungan dengan keriaan, seperti memanfaatkan tanggal 1 April sebagai hari untuk bercanda dengan anak dan seluruh anggota keluarga. Tidak menutup kemungkinan untuk melakukannya di hari lain yang direncanakan sebelumnya sebagai hari bercanda. Atau, membuat ritual dengan memberikan/bertukar hadiah yang dianggap lucu kepada anggota keluarga.
  2. Menyanyikan bersama lagu-lagu dengan mengubah kata atau kalimat/liriknya atau menyuarakan dengan suara yang lucu, sehingga memancing anak untuk tertawa.
  3. Menceritakan cerita yang lucu yang kita alami. Hal ini dapat dilakukan pada saat makan malam bersama atau pada saat berkumpul bersama.
  4. Bersama memilih dan menonton film komedi. Kita sebagai orangtua dapat membantu anak untuk mengenali dan mengajarkan perkataan-perkataan lucu yang bisa/tidak diterima oleh masyarakat. Serta bentuk kata/tindakan kasar yang harus dihindari.
  5. Bersama membaca buku-buku yang lucu. Tertawa bersama ketika membaca bagian yang lucu. Hal ini akan membantu anak mengidentifikasi humor dan mengajak mereka untuk tertawa lepas.

Hilman Hilmansyah

Penulis : tabloidnova.com

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.