Ciri-ciri dan Dampak Negatif Ibu yang Terlalu Protektif

Editor: Ade Ryani HMK / tabloidnova.com
Sabtu, 7 Januari 2017
Foto : bruce sallan
Ciri-ciri orangtua yang terlalu protektif dan dampak buruknya bagi anak

Rasa sayang kepada anak yang terlalu berlebihan, terkadang malah membuat Anda menjadi orangtua yang overprotective. Padahal, anak juga perlu diberi kepercayaan dan diberi kesempatan untuk menjalani apa yang mereka mau.

Pola asuh  appeasers adalah pola asuh dari orangtua yang sangat khawatir pada anaknya melalui sikap yang terlalu melindungi dan perhatian yang berlebihan (overprotective).

Perlindungan ibu kepada buah hatinya yang berlebihan ini dalam bentuk berupa kekhawatiran yang luar biasa, sikap terlalu menyayangi dan pemanjaan yang berlebihan.

Baca: Orangtua, Begini Cara Mengasuh dan Mendidik Anak Generasi Alfa

Umumnya para orangtua, terutama seorang ibu wajar saja merasa khawatir pada anaknya. Namun jika terlalu berlebihan tentunya akan menghambat perkembangan.

Dalam hal ini, ibu tidak membolehkan anaknya berbuat kesalahan, mengambil keputusan atau menghadapi tantangan sendiri. Bahkan, seringkali ibu ikut campur dalam memilihkan teman untuk anak-anaknya.

Penyebab mengapa ibu menjadi overprotective pada anaknya, antara lain karena mereka memiliki kekhawatiran dan rasa sayang yang berlebihan, adanya rasa takut bersalah kalau tidak memerhatikan anak dan adanya trauma masa lalu yang pernah dirasakan ibu. Misalnya, pernah kehilangan salah satu anak.

Biasanya perlindungan yang terlalu berlebihan ini diterima oleh anak semata wayang (tunggal), anak laki-laki atau perempuan satu-satunya, namun tidak menutup kemungkinan dapat juga diterima oleh anak lainnya.

Baca: Anak Sekarang Seolah Kurang Siap Mental Menghadapi Kesulitan?

Contoh dari pola asuh appeasers/overprotective, mulai dari adanya pembatasan-pembatasan aktivitas anak oleh orangtua. Misalnya, melarang anak bermain keluar rumah bersama dengan teman-temannya bila tidak didampingi oleh ibu atau pengasuh, karena takut anaknya melakukan hal-hal yang tidak benar.

Anak tidak boleh pergi keluar rumah kalau tidak diantar dan ditunggu sopir, karena takut mengalami kecelakaan atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, ibu memberikan pakaian dan perlindungan yang berlebihan bila anak melakukan aktivitas di luar rumah karena takut tempat yang dikunjunginya kotor atau mengandung kuman. Tidak boleh mengikuti kegiatan organisasi atau ekskul di sekolah karena takut nanti anak akan kelelahan dan sakit.

Baca: Ibu, Ini 8 Cara Menyenangkan Ajari Anak Calistung di Rumah

Ciri-ciri Pola Asuh Appeasers / Overprotective

Orangtua yang menerapkan pola asuh appeasers / overprotective memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Selalu mengkhawatirkan keadaan anak.
  • Selalu menginginkan anak berada dalam pantauan orangtua
  • Selalu menuntut kesempurnaan anak.
  • Tidak pernah memberikan kepercayaan kepada anak.
  • Tidak pernah mau melepaskan anaknya sendirian .

Baca: 15 Keluhan Paling Sering Dialami Ibu Soal Anak dan Cara Jitu Mengatasinya

Dampak Pola Asuh Appeasers / Overprotective Bagi Anak

Negatif

Pola asuh appeasers/overprotective atau terlalu melindungi anak secara berlebihan yang dilakukan secara terus menerus dalam pengasuhan akan berdampak negatif, antara lain:

  • Anak akan tumbuh menjadi anak yang kurang mandiri dan mudah menyerah.
  • Anak tidak mendapat kesempatan untuk belajar dan menghadapi kesulitan sehingga ia akan sulit “move on” ketika ia mengalami kegagalan.
  • Anak tidak berani melakukan apapun, kecuali jika mendapat izin dari orangtuanya.
  • Anak akan cenderung melakukan aktivitas secara sembunyi-sembunyi, di luar pengetahuan orangtua.
  • Anak menjadi sangat pasif dan kurang percaya diri.
  • Anak akan selalu merasa ketakutan yang berlebihan bila jauh dari lingkungan rumah.
  • Anak cenderung mengabaikan larangan karena sudah bosan dengan larangan-larangan.
  • Anak sulit membangun relasi dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan.
  • Anak memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap orangtua atau lingkungan sekitarnya dan selalu menuntut perhatian dari orang lain.
  • Anak tidak pernah dewasa
  • Anak tidak dapat berkembang dan mencapai potensi yang maksimal dalam perkembangannya. Perlu diingat bahwa anak tidak selamanya dapat hidup bergantung dengan orangtuanya.

Baca: Resolusi 2017: Orangtua, Yuk Ajari Si Kecil Belajar Mandiri Sesuai Usianya

Positif

Namun demikian, ada hal positif di balik dampak negatif pola asuh appeasers/overprotective, yaitu:

  • Anak akan mudah diawasi karena ia selalu dalam posisi yang mudah dipantau.
  • Pada posisi yang mudah dipantau, kondisi anak cenderung dalam keadaan aman dan mudah dilindungi dari pengaruh negatif lingkungan luar.
  • Dalam bertindak dan bertingkah laku, anak menjadi mudah dikontrol oleh orangtua.

Hilman Hilmansyah/Tabloid NOVA

Penulis : tabloidnova.com

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.