Jangan Sampai Salah Ajari Anak Soal Meraih Kesuksesan Saat Dewasa

Editor: Ridho Nugroho / tabloidnova.com
Jumat, 4 Maret 2016
Foto : aaascholarships
Jangan Sampai Salah Ajari Anak Soal Meraih Kesuksesan Saat Dewasa

Bicara seputar mendidik anak untuk menjadi pribadi yang sukses tentu tak bisa dilepaskan dengan pola pengasuhan orangtua. Anak yang berhasil di masa depan sebagian umumnya mewarisi nilai kehidupan dari pengalaman cara mendidik orangtua yang ia lihat.

Namun, memahami arti mencapai kesuksesan seringkali disalahartikan oleh individu. Sehingga, banyak generasi muda sekarang yang menganggap usaha menjadi orang sukses boleh dilakukan dengan berbagai cara, termasuk cara negatif.

Salah mendidik anak soal meraih kesuksesan bisa berujung pada sikap egois yang tertanam di diri buah hati kita. Makanya sangat dibutuhkan pemahaman secara luas tentang cara mengajari anak soal meraih kesuksesan saat dewasa nanti.

Hal senada diutarakan juga oleh Ayoe Sutomo, Psikolog, pada tabloidnova.com:

“Bedakan antara gigih dengan ambisius. Gigih ialah berusaha dengan maksimal dan tidak mudah menyerah saat berusaha meraih atau mewujudkan sesuatu. Sedangkan, ambisius lebih kepada menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu,” tegas Ayoe Sutomo.

Ia pun menyarankan orangtua untuk mengajarkan anak belajar soal keuletan dan kegigihan. Didik anak untuk memiliki tujuan hidup yang positif akan membantu anak mengerti tahapan berusaha dalam hidup bukanlah hal yang instan terjadi.

Adapun tips mengajari anak menjadi orang sukses dan berhasil diantaranya:

Baca: Orangtua, Begini Cara Mengasuh dan Mendidik Anak Generasi Alfa

Pertama, jadikan anak sebagai teman diskusi bersama orangtua untuk mencari tahu apa yang harus dicapai dalam hidup serta bagaimana harus memulai dan menjalaninya.

Kedua, dukung setiap usaha yang dilakukan anak. Biasakan berorientasi pada proses bukan hasil. Hargai setiap proses yang dilakukan anak dan jangan malu mengungkapkannya.

Baca: Psikolog: Orangtua Wajib Tahu Batasan Ketika Mendidik Anak

“Anak yang menghargai proses akan terbentuk menjadi pribadi yang gigih. Sebaliknya, pribadi yang ambisius  biasanya justru lahir dari anak-anak yang kurang mendapat pelajaran soal betapa berharganya proses, bukan hanya hasil,” tambah Ayoe.

Sayangnya, terkadang sebagian orangtua suka tidak sadar mendidik anak dengan cara yang salah membentuknya menjadi anak yang ambisius.

Baca: Tips Mendidik Anak Tukang Bantah dari Psikolog

Penulis : Ridho Nugroho

Fashion Stylist and Feature Writer at HAI Magazine (2009-2012), Fashion Stylist and Beauty Writer at Tabloid Nova (2013-2014), Digital Content Specialist at Tabloid Nova (2015-until now).