9 Tanda Anda Kecanduan Belanja Online dan Solusinya

Editor: Ade Ryani HMK / tabloidnova.com
Rabu, 19 Oktober 2016
Foto : lorensworld
Cek! Apakah Anda termasuk dalam 9 ciri orang yang kecanduan belanja online berikut?

Penting diketahui, kecanduan belanja termasuk gangguan kesehatan mental yang dapat menyebabkan konsekuensi berbahaya, tidak hanya secara finansial, tapi juga secara pribadi dan dalam berhubungan dengan pasangan/keluarga.

Berikut ini merupakan tanda-tanda seseorang terkena kecanduan belanja online:

1. Saya merasa bahwa saya tidak bisa berhenti belanja online, bahkan jika saya ingin dan atau telah mencoba untuk berhenti.

2. Belanja online telah merusak/mengganggu/menyakiti hubungan dengan pasangan, pekerjaan, atau situasi keuangan saya.

3. Pasangan saya, anggota keluarga, atau teman-teman prihatin mengenai perilaku belanja online saya. Saya berhenti berargumen dengan mereka mengenai kebiasaan saya.

4. Saya berpikir tentang belanja online sepanjang waktu.

5. Saya marah atau kesal jika saya tidak bisa berbelanja online.

Baca: 5 Fakta Kebiasaan Belanja Perempuan Indonesia yang Unik

6. Belanja online adalah satu-satunya hal yang membantu saya merasa santai atau merasa lebih baik.

7. Saya menyembunyikan hal-hal yang saya beli karena aku takut orang lain akan berpikir kalau kebiasaan saya tidak masuk akal atau buang-buang uang.

8. Saya sering merasa bersalah setiap kali belanja online.

9. Saya sering membeli hal yang tidak saya perlukan atau saya rencanakan, bahkan ketika saya tidak mampu membelinya.

Pathological buying juga dapat dikaitkan dengan atau dapat diperburuk oleh masalah psikologis lainnya, seperti kecemasan, depresi, gangguan obsesif kompulsif, atau mania.

Baca: Para Istri, Lakukan Ini Agar Hobi Suami Tak Bikin Boros

Bila pasangan Anda kecanduan belanja online, berikut cara mengatasi yang bisa dilakukan:

  1. Terima kenyataan bahwa pasangan Anda sedang mengalami kesulitan menghadapi hasrat belanja online.
  2. Anda perlu mengambil kendali atas pengeluaran dana pasangan yang mengalami kecanduan belanja online.
  3. Bantu dan sadarkan pasangan Anda dan jelaskan risiko dari belanja online.
  4. Ajari dan bantu pasangan agar dapat belajar mengenai manajemen keuangan dan belajar mengadopsi gaya belanja yang sehat.
  5. Sarankan pasangan untuk menjalani konseling dan terapi agar dapat belajar mengontrol dorongan dan mengenali pemicu kecanduan belanja. tentunya dapat dilakukan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy) dengan bantuan profesional kesehatan mental.

Nah, jika semua cara ini tak juga manjur, mungkin sudah waktunya Anda dan pasangan menemukan solusi yang lebih produktif. Jadikan hobi konsumtif tadi lebih menghasilkan secara finansial dengan cara membuka toko online sendiri.

Berani mencoba?

Hilman Hilmansyah/NOVA

Penulis : tabloidnova.com

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.