Istri Bisa Punya Andil dalam Terjadinya Perselingkuhan

Editor: tabloidnova.com / tabloidnova.com
Selasa, 7 Oktober 2014
Foto :

TabloidNova.com - Apa yang ada dibenak Anda saat mendengar kata selingkuh? Perbuatan kejam yang menyakitkan? Akhir dari sebuah hubungan? Bencana bagi sebuah pernikahan? Kerikil tajam yang berakhir pada kekecewaan? Atau adakah hal lain?

Di mana pun, orang yang berselingkuh, baik itu suami maupun istri, akan menjadi objek kesalahan. Sebaliknya, yang diselingkuhi akan menjadi objek penderita atau korban. Lebih jauh banyak pemikiran mengapa perselingkuhan bisa terjadi di sebuah pernikahan atau rumah tangga.

Jika kaum pria yang berselingkuh, pasti disinyalir didasari oleh sikap genit, tidak setia, terlalu penasaran, mudah tergoda dan lainnya. Namun, apakah Anda juga pernah berpikir keras apa alasan para suami berselingkuh?

Terlepas dari faktor eksternal serta internal lain yang terkait sifat dasar seseorang, terdapat banyak asumsi bahwa ketika suami berselingkuh, istri juga punya andil dalam terjadinya perselingkuhan. Mengapa istri? Padahal yang melakukannya adalah sang suami?

Tanpa bermaksud diskriminatif atau pun menganggap bahwa perilaku selingkuh suami dapat dibenarkan, istri memegang peranan penting dalam sebuah peristiwa perselingkuhan. Jangan dulu melongok pada apa yang suami perbuat, tapi coba telusuri apa saja yang sudah Anda perbuat untuknya dalam paradigma abstrak bersifat detail dari hal bersifat serius hingga ringan.

Baca: Si Dia Selingkuh, Siapa yang Salah?

Urusan penampilan
Sudah berhasil menikah dengan pria tampan, cerdas, dan kaya serta dikarunia anak, bukan berarti Anda boleh mengacuhkan penampilan, kan? Anda sebaiknya tidak menyambut suami yang pulang kantor dengan hanya mengenakan daster, rambut lepek karena habis berlarian menyuapi si kecil, atau dengan aroma tubuh habis memasak.

Ayolah, bahkan selebriti, publik figur maupun sosialita sekalipun tetap berusaha nampak mempesona di hadapan suaminya. Pria adalah mahluk sangat visual, di mana hampir setiap objek dinilai dari sudut persepsi matanya. Wajar bila ia pun berharap bisa menemui Anda yang telah berdandan rapi dan menarik. Anda tidak perlu dandan berlebihan, kok, cukup bersih dan harum. Rawat diri Anda bukan hanya sebagai seorang istri dan ibu, tapi juga sebagai apresiasi terhadap diri Anda sendiri.

Urusan perasaan
Harus diakui, mengurus kebutuhan rumah tangga dan merawat anak sudah sangat melelahkan dan memicu stres. Lalu apakah kondisi ini bisa melandasi sikap acuh dan menyepelekan status dan peranan sebagai kepala keluarga? Tentu tidak.

Pria, walaupun secara nyata masih banyak kekurangan dan terkadang sangat egois, tetap menjunjung tinggi gengsi dan ego sebagai seorang lelaki. Ketika ada sikap atau ucapan yang kurang berkenan, sampaikan secara lugas dan baik-baik yang bisa dimengerti olehnya. Penghormatan sebagai seorang istri mampu mengganti rasa jenuh, stres, marah, dan lainnya.

Contoh, dalam pengambilan keputusan penting seperti pilihan sekolah anak, atau tabungan pendidikan, tetaplah menanyakan pendapat suami. Jika tingkat pendidikan atau jabatan Anda lebih tinggi dari suami, usahakan membuat dirinya sosok penting dalam roda rumah tangga.

Contoh kecil lainnya adalah tidak mengumbar kekurangan suami di depan orang banyak walaupun di depan anggota keluarga. Misalnya, saat suami keliru menjelaskan atau mengucapkan suatu fakta, cukup sampaikan secara sopan saat Anda berdua saja.

Ridho Nugroho

Penulis : tabloidnova.com

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.