Apa Benar, Alergi pada Anak Justru Harus "Dilawan"?

Editor: tabloidnova.com / tabloidnova.com
Jumat, 29 Mei 2015
Foto :

Tabloidnova.com - Dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A., dari RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, menerangkan bahwa alergi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Allon dan Argon.

Maknanya adalah reaksi yang berubah. Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dari dalam tubuh kita yang disebabkan oleh zat-zat yang tidak berbahaya. Pada penderita alergi, sistem imun memiliki sensitivitas yang berlebihan terhadap protein asing yang bagi individu lain tidak berbahaya.

Lantas, bagaimana cara terbaik mengobati alergi pada anak? "Tentu tergantung dari penyebabnya. Jika penyebab sudah diketahui, misalnya karena makanan, dokter akan meminta anak melakukan diet eliminasi lalu diprovokasi."

Baca: Memberi MPASI Terlalu Dini Tingkatkan Risiko Alergi pada Anak

Nah, untuk menentukan betul atau tidaknya seorang anak menderita alergi, langkah pertama dapat diketahui dari riwayat perjalanan penyakit. Misalnya, anak bentol-bentol setiap diberi cokelat atau selalu mengi saat ibu menyapu lantai. Bisa juga batuk setiap berdekatan dengan kucing.

Selain itu, recall atau ingat-ingat makanan harian anak, termasuk bahan yang digunakan untuk memasak. Bila memang diperlukan, dokter bisa jadi akan meminta tes skin prick atau pemeriksaan IgE spesifik dalam darah. Dokter bisa juga meminta melakukan uji eliminasi dan provokasi.

Meta menambahkan, biasanya anak diminta menghindari semua jenis makanan yang dapat menyebabkan alergi. Lalu, perlahan-lahan setiap 3-4 hari sekali diperbolehkan mencoba satu jenis makanan tadi. Jika selama 3-4 hari mengonsumsi makanan tersebut tidak timbul reaksi alergi, maka "aman".

Baca: Benarkah Alergi Bisa Disebabkan Faktor Keturunan?

Anak boleh seterusnya mengonsumsinya. Demikian seterusnya sampai diketahui makanan mana yang benar-benar membuatnya alergi dan harus dihindari.

Bila sudah diketahui anak memiliki alergi terhadap alergen tertentu, ingat pula bahwa cara terbaik mengobati alergi pada anak tak bisa disamaratakan karena penanganan dibedakan berdasarkan penyebabnya.

"Anak yang alergi makanan akan diminta mengonsumsi makanan yang bebas alergen. Anak yang alergi bulu binatang dengan pet control. Anak yang alergi dengan debu rumah selain dengan house dust mite control juga bisa dilakukan imunoterapi," ujar Meta.

Pasalnya, ia menegaskan, cara terbaik mengobati alergi pada anak dan mengobatinya adalah dengan menghindari alergennya.

"Maksudnya, jika kita mengetahui bahwa anak alergi terhadap seafood, ya, sebaiknya hindari untuk memakan seafood."

Ada pendapat yang mengatakan bahwa alergi harus "dilawan". Tapi memang, pendapat ini sendiri masih kontroversial.

"Kalau reaksi alergi sudah terjadi, pengobatan yang dapat dilakukan tergantung dari jenis gejala yang terjadi. Ada baiknya segera dikonsultasikan kepada dokter, jangan mengobati sendiri karena bisa memperparah alergi."

Terapi alergi yang diberikan bertujuan bukan untuk menyembuhkan, tetapi mengurangi gejala dan menghindari serangan yang lebih berat di kemudian hari. Gejala yang ringan biasanya akan menghilang sendiri beberapa saat kemudian.

"Tapi, sekali lagi perlu dicatat bahwa penanganan alergi yang paling cepat bukan dengan obat-obatan melainkan dengan menghindari alergen. Secara teori memang alergi tidak dapat dihilangkan, tetapi kita bisa mengurangi frekuensi juga berat serangannya," tegas Meta.

Hilman Hilmansyah

Penulis : tabloidnova.com

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.