Indari Mastuti: Semua Ibu Rumah Tangga Bisa Menulis (1)

Editor: tabloidnova.com / tabloidnova.com
Jumat, 22 April 2011
Foto :

Indari Mastuti

"Foto: Swita Amalia Hapsari "

Indari Hobi menulis

"Karena hobinya menulis, Indari jika mendaat ide untuk mendirikan Indriscipt (Foto: Swita) "

Indari bersama Indscript

"Bersama Indscript, Indari juga kerap mengadakan pelatihan menulis bagi ibu-ibu rumah tangga (Foto: Swita) "

Bagaimana ide awalnya membuat Indscript?

Sebenarnya Indscript tercipta karena ada kebutuhan dari para penerbit yang sudah saya kenal lama, sejak masih aktif menulis di SMU. Ketika saya kerja kantoran, saya tak pernah menulis lagi. Saat memutuskan berhenti kerja dan jadi ibu rumah tangga, saya mulai menulis lagi. Dari situ, ternyata justru banyak orang yang minta dibuatkan buku. Lama-lama, saya tidak bisa mengerjakannya sendiri. Apalagi ada beberapa buku yang isinya bukan bidang saya. Akhirnya, saya menghubungi teman-teman penulis untuk minta tolong. Jaringan teman-teman penulis ini lama-lama makin berkembang. Nah, Indscript lalu saya buat untuk menjadi agensi bagi para penulis ini.

Saat ini, sudah ada 172 penulis yang tergabung dalam Indscript. Ada 30 penerbit dan 4 klien korporat yang sudah berhasil kami rangkul. Selain itu, sebanyak 1.626 orang tergabung di akun Facebook Ibu-Ibu Doyan Nulis yang saya buat pada Juni 2010. Akun ini gunanya untuk memberi informasi soal kebutuhan buku yang sedang dicari para penerbit.

Meninggalkan karier demi nulis?

Banyak orang menyayangkan keputusan saya keluar dari pekerjaan saat karier sedang berada di puncak. Namun saat itu hati saya sudah yakin, saya hanya ingin menjadi ibu rumah tangga. Tapi jangan salah, jadi ibu rumah tangga pun harus produktif. Makanya saya menulis, agar tetap bisa terus berkarya.

Sudah berapa banyak buku yang ditulis?

Sekitar 60 buku sudah diterbitkan. Bentuknya pun beragam, mulai dari novel hingga buku panduan.

Apa, sih, menariknya jadi penulis?

Oh, banyak! Salah satunya, kepuasan psikologis yang didapat karena tulisan kita dibaca banyak orang. Itu akan jadi sejarah tersendiri untuk hidup kita. Ada juga keuntungan finansial, seperti royalti. Meskipun kecil, hanya 10 persen, tapi kalau kita produktif menulis, misalnya dalam enam bulan ada lima atau tujuh buku yang bisa diterima royaltinya, uang yang diterima juga bisa banyak. Ada, lho, ibu-ibu rumah tangga yang penghasilannya hingga Rp 7 juta dari royalti. Bisa begitu karena dia memang produktif sekali menulis.

Pernah mengalami penolakan dari para penerbit?

Setiap penulis pasti pernah mengalami ditolak penerbit. Nah, Indscript ini fungsinya mencocokan tulisan dengan penerbit yang membutuhkan. Biasanya naskah ditolak penerbit karena kita tidak tahu penerbit mana yang membutuhkan tulisan yang seperti apa.

Sekarang, kalau kami menerima hasil tulisan, begitu membaca sudah langsung tahu kira-kira harus ditawarkan ke penerbit yang mana, jadi kebanyakan, sih, diterima.

Bagaimana sistem yang diterapkan Indscript untuk mencari penulis?

Di Indscript ada beberapa penulis yang sudah beken dan bukunya best seller, salah satunya Dewi Rike, penulis buku Anak Kos Dodol. Penulis yang sudah punya nama rata-rata butuh manajemen yang baik agar semua bukunya bisa mendapatkan penerbit. Tapi lebih banyak juga penulis yang masih awam sehingga semua hasil naskah yang masuk harus dipilah dulu menurut kebutuhan.

Saya selalu rajin mengirim inbox ke penulis-penulis Indscript serta update status di akun Facebook Ibu-Ibu Doyan Nulis, memberikan informasi kebutuhan buku yang sedang dicari penerbit. Setelah itu, saya minta contoh tulisan mereka. Saya baca dulu, kalau ada yang cocok baru dibuatkan surat order dan memberikan deadline tulisan.

Swita Amalia Hapsari / bersambung

Penulis : tabloidnova.com

Tabloidnova.com, situs wanita paling lengkap yang menyajikan berita terkini seputar dunia wanita, busana, kecantikan, kuliner sedap, selebriti, kesehatan, profil, keluarga, karier, griya, zodiak horoskop secara inspriatif.