Saksi: Agus Angkut Tanah Galian, Margriet Injak dan Endus-endus Tanah

Editor: Annelis Brilian / tabloidnova.com
Selasa, 23 Juni 2015
Foto : ANTARA
Aksi mengenang Angeline

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kembali menghadirkan Rahmat Handono (RA) yang tinggal indekos di rumah ibu angkat Engeline. Rahmat yang sempat jadi saksi ini kembali menghadap penyidik karena ada hal yang belum pernah disampaikan sebelumnya. Penjelasannya materi pemeriksaan tadi diserahkan kuasa hukumnya dari P2TP2A.

"Pak Han kan sudah pernah diperiksa, sekarang diperiksa lagi. Tadi sekitar sepuluh pertanyaan saja tentang hal yang belum pernah disampaikannya," kata kuasa hukumnya, Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih, Denpasar, Bali, Senin (22/6/2015).

Agung Yuli juga menyampaikan bahwa pemeriksan Rahmat Handoko dilakukan selama 1,5 jam dari pukul 18.00 Wita hingga 19.30 Wita. Yang disampaikan kepada penyidik bahwa dia tahu saat Agus membuang tanah galian di depan gerbang rumah ibu angkat Engeline. Hal itu dilakukan sekitar tiga minggu sebelum Engeline hilang.

Baca: Misteri Teriakan di Hari Angeline Tiada: "Mama Jangan Pukul Saya"

"Saat kami dampingi tadi, Pak Han menceritakan bahwa melihat Agus mengangkut tanah galian beberapa kali dan membuangnya di depan gerbang. Pak Han tidak melihat ke belakang, karena dia memang tidak pernah ke belakang karena becek dan kotor dikelilingi kandang ayam," tambahnya.

Handono juga menyampaikan kepada penyidik saat Engeline ditemukan pada 19 Juni 2915 lalu, dia sempat ngobrol dengan satpam sewaan keluarga Margriet yang baru beberapa hari bekerja, bernama Dewa Ketut Raka.

Dewa Ketut Raka ngobrol sama Handono bahwa pagi hari sebelum Engeline ditemukan, Dewa sempat dibentak Margriet karena saat akan kencing di kamar Agus, tiba-tiba ia menoleh ke kiri yang ternyata saat itu ibu angkat Engeline sedang menginjak-injak tanah dan mengendus-endus. Dewa pun disuruh pergi oleh Margriet ke depan dan berjaga.

Baca: Kasus Engeline, Akhirnya Satpam Sewaan Margriet Ungkap Kecurigaannya

Sri Lestari/Kompas.com

Penulis : Annelis Brilian

Crafting words for Tabloid Nova since 2012.